Rabu, 30 Mei 2012

Pengertian Tari 'n Drama

Pengertian Drama dan Teater
Drama berarti perbuatan, tindakan. Berasal dari bahasa Yunani “draomai” yang berarti berbuat, berlaku, bertindak dan sebagainya. Drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak. Konflik dari sifat manusia merupakan sumber pokok drama
Dalam bahasa Belanda, drama adalah toneel, yang kemudian oleh PKG Mangkunegara VII dibuat istilah Sandiwara.
Drama (Yunani Kuno δρμα) adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Kosakata ini berasal dari Bahasa Yunani yang berarti “aksi”, “perbuatan”. Drama bisa diwujudkan dengan berbagai media: di atas panggung, film, dan atau televisi. Drama juga terkadang dikombinasikan dengan musik dan tarian, sebagaimana sebuah opera.
Secara etimologis : Teater adalah gedung pertunjukan atau auditorium. Dalam arti luas, teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Teater bisa juga diartikan sebagai drama, kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media : Percakapan, gerak dan laku didasarkan pada naskah yang tertulis ditunjang oleh dekor, musik, nyanyian, tarian, dsb.
Teater (Bahasa Inggris “theater” atau “theatre”, Bahasa Perancisthéâtre” berasal dari Bahasa Yunani “theatron”, θέατρον, yang berarti “tempat untuk menonton”) adalah cabang dari seni pertunjukan yang berkaitan dengan akting/seni peran di depan penonton dengan menggunakan gabungan dari ucapan, gestur (gerak tubuh), mimik, boneka, musik, tari dan lain-lain. Bernard Beckerman, kepala departemen drama di Univesitas Hofstra, New York, dalam bukunya, Dynamics of Drama, mendefinisikan teater sebagai ” yang terjadi ketika seorang manusia atau lebih, terisolasi dalam suatu waktu/atau ruang, menghadirkan diri mereka pada orang lain.” Teater bisa juga berbentuk: opera, ballet, mime, kabuki, pertunjukan boneka, tari India klasik, Kunqu, mummers play, improvisasi performance serta pantomim.
3. AKTING YANG BAIK
Akting tidak hanya berupa dialog saja, tetapi juga berupa gerak.
Dialog yang baik ialah dialog yang :
1. terdengar (volume baik)
2. jelas (artikulasi baik)
3. dimengerti (lafal benar)
4. menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)
5. Gerak yang balk ialah gerak yang :
6. terlihat (blocking baik)
7. jelas (tidak ragu‑ragu, meyakinkan)
8. dimengerti (sesuai dengan hukum gerak dalam kehidupan)
9. menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)
Penjelasan :
1. Volume suara yang baik ialah suara yang dapat terdengar sampai jauh.
2. Artikulasi yang baik ialah pengucapan yang jelas. Setiap suku kata terucap dengan jelas dan terang meskipun diucapkan dengan cepat sekali. Jangan terjadi kata‑kata yang diucapkan menjadi tumpang tindih.
3. Lafal yang benar pengucapan kata yang sesuai dengan hukum pengucapan bahasa yang dipakai . Misalnya berani yang berarti “tidak takut” harus diucapkan berani bukan ber‑ani.
4. Menghayati atau menjiwai berarti tekanan atau lagu ucapan harus dapat menimbulkan kesan yang sesuai dengan tuntutan peran dalam naskah.
5. Blocking ialah penempatan pemain di panggung, diusahakan antara pemain yang satu dengan yang lainnya tidak saling menutupi sehingga penonton tidak dapat melihat pemain yang ditutupi.
6. Pemain lebih baik terlihat sebagian besar bagian depan tubuh daripada terlihat sebagian besar belakang tubuh. Hal ini dapat diatur dengan patokan sebagai berikut
a. Kalau berdiri menghadap ke kanan, maka kaki kanan sebaiknya berada didepan.
b. Kalau berdiri menghadap ke kiri, maka kaki kiri sebaiknya berada didepan.
c. Harus diatur pula balance para pemain di panggung. Jangan sampai seluruh pemain mengelompok di satu tempat. Dalam hal mengatur balance, komposisinya:
Bagian kanan lebih berat daripada kiri
Bagian depan lebih berat daripada belakang
Yang tinggi lebih berat daripada yang rendah
Yang lebar lebih berat daripada yang sempit
Yang terang lebih berat daripada yang gelap
Menghadap lebih berat daripada yang membelakangi
Komposisi diatur tidak hanya bertujuan untuk enak dilihat tetapi juga untuk mewarnai sesuai adegan yang berlangsung; Jelas, tidak ragu‑ragu, meyakinkan, mempunyai pengertian bahwa gerak yang dilakukan jangan setengah‑setengah bahkan jangan sampai berlebihan. Kalau ragu‑ragu terkesan kaku sedangkan kalau berlebihan terkesan over acting. Dimengerti, berarti apa yang kita wujudkan dalam bentuk gerak tidak menyimpang dari hukum gerak dalam kehidupan. Misalnya bila mengangkat barang yang berat dengan tangan kanan, maka tubuh kita akan miring ke kiri, dsb. Menghayati berarti gerak‑gerak anggota tubuh maupun gerak wajah harus sesuai tuntutan peran dalam naskah, termasuk pula bentuk dan usia.




beberapa pengertian tari, seni tari, sendra tari dan drama tari

Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990, 2). Secara tidak langsung di sini Haukin memberikan penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi sesuatu yang dilahirkan melalui media ungkap yang disamarkan.
tari disampaikan oleh Soedarsono bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis yang indah. Sejalan dengan pendapat kedua tokoh terdahulu dalam buku ini, pada prinsipnya masalah ekspresi jiwa masih menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. Pernyataaan yang mendasar tentang ekspresi jiwa manusia menjadi salah satu kunci tari menjadi bagian kehidupan yang mungkin hingga waktu mendatang selalu menjadi tumpuhan perkembangannya.
Dalam konteks yang masih sama Soeryodiningrat memberi warna khasanah tari bahwa beliau lebih menekankan kepada gerak tubuh yang berirama. Hal ini seperti terpetik bahwa tari adalah gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari (Soeryodiningrat: 1986, 21). Lebih jauh lagi ditambahkan CurtSach bahwa tari merupakan gerak yang ritmis (CurtSach: 1978, 4).
Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Ibarat bahasa gerak, hal tersebut menjadi alat ekspresi manusia dalam karya seni. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal, tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja.
M. Jazuli dalam (Soeryobrongto:1987, 12-34) mengemukakan bahwa gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik adalah tari. Irama musik sebagai pengiring dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pencipta tari melalui penari (Jazuli, 1994:44).
Hal lain juga disampaikan oleh Hawkins bahwa, tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak sehingga gerak yang simbolis tersebut sebagai ungkapan si penciptanya (Hawkins, 1990:2). Berdasarkan pendapat tersebut dapat dirangkum bahwa, pengertian tari adalah unsur dasar gerak yang diungkapan atau ekspresi dalam bentuk perasaan sesuai keselarasan irama.
Pada dasarnya gerak tubuh yang berirama atau beritmeritme memiliki potensi menjadi gerak tari. Salah satu cabang seni tari yang di dalamnya mempelajari gerakan sebagai sumber kajian adalah tari. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu bergerak. Gerak dapat dilakukan dengan berpindah tempat (Locomotive Movement). Sebaliknya, gerakan di tempat disebut gerak di tempat (Stationary Movement).
Di sisi lain Sussanne K Langer menyatakan, tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. Gerakan dapat dinikmati melalui rasa ke dalam penghayatan ritme tertentu. Apabila ke dua pendapat di atas digabungkan, maka tari sebagai pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme.
Sependapat kedua pakar di atas, Corry Hamstrong menyatakan bahwa, tari merupakan gerak yang diberi bentuk dalam ruang. Pada sisi lain Suryodiningrat seorang ahli tari Jawa dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi menambahkan, tari merupakan gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud tertentu. Soedarsono menyatakan bahwa, tari sebagai ekspresi jiwa manusia yang diaungkapkan dengan gerak-gerak ritmis yang indah. Dengan demikian pengertian tari secara menyeluruh merupakan gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu.
Tari menurut Soedarsono adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak-gerak yang indah dan ritmis.
Tari menurut Susan K.Lenger adalah gerak-gerak yang dibentuk secara ekspresif yang diciptakan manusia untuk dapat dinikmati.
Tari menurut Curt Sacha adalah gerak yang ritmis
Tari menurut Kamala Devi Chattopadhyaya adalah suatu instinct atu desakan emosi didalam diri kita yang mendorong kita untuk mencari ekspresi pada tari.
Cooric Hartong Tari adalah gerak-gerak yang diberi bentuk ritmis dari badan di dalam ruang.
Judith Lynne Hanna Tari adalah seni plastis dari gerak yang visual terlihat sepintas.
Aristoteles Tari adalah gerakan ritmis yang bertujuan untuk menghadirkan karakter manusia, sebagaimana mereka bertindak dan menderita.
Kamaladevi Chattopadhyay Tari adalah desakan perasaan manusia dalam dirinya yang mendorong untuk mencari ungkapan yang berupa gerak-gerak ritmis.
Suadarsa Pringgo Broto Tari adalah ketentuan bentuk-bentuk gerakan tubuh dan ruang.
S. Humardani Tari adalah ungkapan bentuk-bentuk gerak ekspresif yang indah dan ritmis.
Curt Sachs Tari adalah gerakan yang berirama. Pengucapan jiwa manusia melalui gerak-gerik berirama yang indah.
K M A Theodora Retno Maruh Dosen Fakultas Seni dan Pertunjukan IKJ ini berpendapat bahwa tari adalah suatu kesenian yang tidak akan pernah bersifat kontemporer, baik yang pernah terlupakan sekalipun.
Drs. I Gede Ardika Menteri Kebudayaan dan Pariwisata ini berpendapat bahwa tari adalah sesuatu yang bisa disatukan dalam berbagai hal hingga semua orang dapat menyesuaikan diri atau menyelaraskannya menurut caranya masing-masing.
Irmgrad Bartenieff & Forrestine Paulay Tari adalah bentuk seni yang ekspresionostis yang menjembatani reaksi jiwa seseorang dengan konflik dan problem dunia modern.
Seorang ahli sejarah tarian dan muzik Jerman bernama C. Sachs telah memberikan definisi seni tari sebagai gerakan yang berirama. Seni tari adalah pengucapan jiwa manusia melalui gerak – geri berirama yang indah. Dalam kebudayaan melayu terdapat berbagai – bagai jenis tarian , sama ada tarian asli ataupun tarian yang telah dipengaruhi oleh unsur – unsur moden. Menurut Jaafar Mampak, tarian melayu asli terbahagi kepada dua jenis. Pertama , tarian yang bercorak lemah lembut seperti tarian mak inang dan siti payung. Kedua , tarian rancak yang merupakan hasil daripada pengaruh tarian Portugis seperti tarian Ronggeng , Serampang Laut dan Singapura Dua.
Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dengan gerak-gerak ritmis yang indah (Soedarsono, 1978: 3). Elemen dasarnya adalah gerak dan ritme. Adapun gerak yang dimaksud tentunya adalah gerak-gerak yang indah, tertata, dan mengandung irama, bukan hanya asal gerak. Mengenai hubungannya dengan musik atau iringan, pada dasarnya penari sendiri adalah sekaligus sebagai pemain musiknya. Artinya secara sadar maupun tidak sadar si penari tersebut telah bergerak sesuai dengan ritme gerakannya. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa tari itu tidak dapat lepas dari unsur dasar musik yang berupa nada, ritme dan melodi.
Sendratari adalah salah satu bentuk seni yang banyak menceritakan sejarah dan legenda. Seperti halnya Babad Murwakala yang digelar di Yogyakarta ini mengambil cerita Kerajaan Majapahit dan kisah Mahabaratha.
Drama tari atau yang biasa disebut dengan sendratari adalah salah satu bentuk tari dramatik yang ada di Indonesia. Menurut Soedarsono (1978: 16) drama tari adalah tari yang bercerita , baik tari itu dilakukan oleh seorang penari maupun oleh beberapa orang penari, sedangkan tari non dramatik adalah tari yang tidak bercerita. Tari dramatik yang ada di Indonesia misalnya Wayang Wong dari Jawa Tengah, Langen Mandrawanaran dari Yogyakarta, Langendriyan dari Surakarta, sendratari dari Bali, Sumatra dan daerah lainnya.
Kata sendratari merupakan singkatan dari seni, drama dan tari yang berarti seni drama yang ditarikan (Moehkardi, 1993: 5). Ciri khas yang terdapat dalam sendratari terletak pada media pengutaraan ceritanya yang menggunakan tari dan musik (gamelan) tanpa ada dialog atau antawecana (Soedarsono,1970: 3). Sebagai media pengutaraan maksud dari cerita, gerak dan suasana dramatari maka kedudukan atau keberadaan iringan sangat diperlukan. Dalam hal ini penggunaan bentuk gendhing atau iringan harus disesuaikan dengan tema dan suasana dalam satu adegan sendratari. Misalnya bentuk gendhing gagah digunakan pada saat keluarnya tokoh raja dan dapat juga menggunakan iringan dengan bentuk gendhing ladrang sabrangan yaitu ketika tokoh raja tersebut mengekspresikan kegagahannya. Bisa juga menggunakan bentuk gendhing ladrang irama I ataupun bentuk liwung dengan kendhangan kiprahan dan tayungan.
Salah satu bentuk sendratari yang sampai sekarang masih digemari oleh masyarakat adalah dramatari yang mengadopsi atau mengambil cerita dari kitab Ramayana dan kitab Mahabharata. Dramatari tersebut sengaja disajikan tanpa dialog dan narasi, sajian kisahnya hanya dilakukan melalui ekspresi gerak tari semata. Melalui ekspresi tersebut diharapkan para penonton asing yang tidak paham bahasa Jawa dan bahasa Indonesia akan mampu menyerap pesan kisahnya atau cerita yang ingin disampaikan (Moehkadi,1993:5).
Pengertian Tari

Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh manusia yang sama sekali lepas dari unsur ruang, dan waktu, dan tenaga.
Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika.
Beberapa pakar tari melalui simulasi di bawah ini beberapa tokoh yang mendalami tari menyatakan sebagai berikut.
Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990, 2). Secara tidak langsung di sini Haukin memberikan penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi sesuatu yang dilahirkan melalui media ungkap yang disamarkan.


Seorang ahli sejarah tarian dan muzik Jerman bernama C.Sachs telah memberikan definisi seni tari sebagai gerakan yang berirama. Seni tari adalah pengucapan jiwa manusia melalui gerak-geri berirama yang indah. Dalam kebudayaan melayu terdapat berbagai-bagai jenis tarian, sama ada tarian asli ataupun tarian yang telah dipengaruhi oleh unsur-unsur moden. Menurut Jaafar Mampak, tarian melayu asli terbahagi kepada dua jenis. Pertama, tarian yang bercorak lemah lembut seperti tarian mak inang dan siti payung. Kedua, tarian rancak yang merupakan hasil daripada pengaruh tarian Portugis seperti Tarian Ronggeng, Serampang Laut dan Singapura Dua.

Seni tari boleh dikategorikan dalam berbagai-bagai jenis. Antara pembahagian yang boleh dibuat terhadap seni tari melayu adalah seperti berikut :-


Tarian-tarian yang bercorak seni tari istana yang dipersembahkan pada waktu perkahwinan, pertabalan, istiadat menyembah dan sebagainya.Tarian-tarian ini termasuklah tarian siti payung, mak inang, asyik,gamelan dan sebagainya.
Tarian-tarian yang memperlihatkan wujudnya pengaruh Arab dan Parsi seperti tarian rodat, hadrah dan sebagainya.
Tarian rakyat seperti dondang sayang, ronggeng, joget dan sebagainya.
Tarian yang khusus ditarikan oleh kaum lelaki sahaja seperti tarian kuda kepang, tarian labi-labi, tarian berdayung dan sebagainya.

K E S E N I A N

 
Kesenian atau seni boleh dibahagikan kepada 4 bahagian iaitu :
·         Seni Suara
·         Seni Gerak
·         Seni Rupa
·         Permainan Tradisional
Menurut Kamus Dewan Seni didefinisikan sebagai karya (sajak, lukisan, muzik, dll) yang dicipta dengan bakat (kecekapan), hasil daripada sesuatu ciptaan.
Manakala kesenian bermaksud perihal seni, yang berkaitan dengan seni, keindahan (kehalusan).
Kesenian ini menjadi tunjang kepada kebudayaan masyarakat Melayu sejak turun temurun lagi. Dengan adanya kesenian seperti ini identiti masyarakat Melayu lebih terserlah dan dikenali ramai.
Kementerian Kebudanyaan dan Kesenian telah mengambil pebagai inisiatif bagi memantapkan dan memperkembangkan lagi kebudayaan masyarakat Melayu. Kesenian bangsa Melayu telah diakui dunia sebagai unik dan menarik.
 
SENI SUARA
 
Kesenian mengikut definisi Herberth Read adalah suatu usaha untuk mencipta bentuk-bentuk yang menyenangkan dan seni itu dijalankan pula daripada estetika.
Dalam seni suara kesenian Melayu dapat dibahagikan kepada dua bahagian iaitu :
·         Seni Vokal
Seni Vokal lahir daripada pita suara yang boleh memberi kepuasan kepada pendengar. Setiap seni vokal itu berbeza mengikut masyarakat. Dalam masyarakat Melayu terdapat seni vokal tanpa muzik dan seni vokal yang bergabung dengan muzik.
Seni Vokal tanpa muzik yang sering dinyanyikan dalam masyarakat Melayu ialah :
a.      Endoi atau dendang Siti Fatimah dan ulit anak
Endoi atau dendang Siti Fatimah terkenal di negerii Perak, Selangor dan Negeri Sembilan manakala ulit anak dinegeri Terengganu. Biasanya dilagukan dalam upacara berbentuk keislaman seperti menyambut kelahiran anak atau upacara bercukur kepala.
b.      Nazam atau naban
Berasal daripada Terengganu, Pahang dan Melaka. Dikarang dalam Bahasa Melayu yang mengisahkan riwayat Nabi Muhamad, para Nabi Allah dan para sahabat Rasul. Persembahan yang tidak disertai alat muzik ini memerlukan kemerduan suara.
c.       Marhaban, nasyid dan qasidah
Merupakan nyanyian keagamaan. Marhaban ialah pujian kepada Nabi Muhamad dan dinyanyikan dalam Bahasa Arab. Nasyid ialah nyanyian dan berbentuk dakwah Islam iaitu terdapat dalam senikata Arab dan Melayu. Qasidah biasanya dinyanyikan dalam bahasa Arab yang mengandungi puisi memuji Nabi Muhamad dan para sahabat.
·         Lagu yang digabungkan dengan muzik
a.      Dikir
Dikir dikenali dengan pelbagai nama seperti dikir maulud, dikir Pahang, dikir Rebana dan dikir berarak. Dikir-dikir ini dilagukan dengan iringan pukulan rebana atau kompang.
b.      Hadrah
Sejenis nyanyian yang berasal daripada dikir. Dinyanyikan dengan iringan sejenis alat bercorak rebana yang hampir sama dengan kompang.
c.       Beduan
Sejenis naynyian rakyat negeri Perlis dan diringi dengan bunyi-bunyian gendang. Beduan mempunyai persamaan dengan bentuk zikir dan burdah yang diringi dengan pukulan rebana.
d.      Dikir barat
Sejenis nyayian yang terkenal dinegeri Kelantan. Nyanyiannya diringan dengan pukulan rebana.
e.      Ghazal
Sejenis puisi Arab yang berbentuk percintaan. Ghazal dinyanyiakan dengan iringan alat seperti syeringgi, sitar, harmonium dan tabla.

·         Seni Muzik
Menurut Kamus Dewan Muzik didefinisikan sebagai gubahan bunyi yang menghasilkan bentuk dan irama yang indah dan menyenangkan, bunyi-bunyian.
Muzik adalah satu daya tarikan kepada manusia. Ahli-ahli falsafah berpendapat bahawa setiap manusia mempunyai minat terhadap muzik. Keadaan ini jelas dilihat kepada reaksi manusia terhadap bunyi-bunyian yang sudah menjadi kegemaran sejak manusia dilahirkan. Muzik sebenarnya tidak dapat dilihat dan dinikmati dengan pancaindera penglihatan, tetapi dirasai dengan hati atau perasaan.

·         Muzik Tradisi Warisan Istana
Dalam masyarakat terdapat dua kelompok masyarakat iaitu :
·         Tradisi tinggi (great tradition)
·         Tradisi rendah (little tardition)
Kumpulan masyarakat tradisi tinggi terdiri daripada golongan bangsawan yang merupakan golongan kelas pemerintah yang menjadikan istana sebagai pusat kebudayaan.
Raja-raja menubuhkan kumpulan-kumpulan muzik diistana dan latihan dianjurkan untuk meningkatkan mutu persembahannya. Muzik nobat menjadi satu pasukan muzik istana sejak abab ke 15 lagi. Muzik ini dimainkan dalam upacara pertabalan, kematian raja dan upacara mengadap oleh para pembesar di hadapan balairung. Selain nobat muzik yang berkembang melalui tradisi istana di Malaysia ialah gamelan. Gamelan yang terkenal diTanah Melayu berasal dari kerajaa Riau-Lingga dan Johor. Alat-alat muzik yang digunakan dalam gamelan termasuklah saron, bonang, kerompong, gendang dan gong.

·         Tradisi Muzik Rakyat
Disamping tradisi tinggi yang berpusat diistana, terdapat pula tradisi rendah dikalangan rakyat biasa yang terdir daripada kaum petani dan nelayan. Perkembangan seni muzik diperingkat masyarakat tradisi rendah lahir daripada minat anggota masyarakat itu sendiri. Sebahagian daripada mereka mewarisi keahlian bermain alat-alat muzik itu daripada keluarganya. Alat-alat muzik ini diperbuat daripada bahan-bahan yang diperolehi disekeliling mereka seperti buluh, kayu, kulit binatang dan lain-lain. Muzik rebana merupakan sejenis alat muzik yang berkembang dalam masyarakat Melayu tradisional. Rebana dimainkan dalam persembahan yang berunsur keislaman seperti dikir, ratib, nazam, hadrah, rodat, maulut dan lain-lain.

·         Tradisi Muzik Melayu yang lain
Tradisi muzik melayu yang lain seperti muzik makyong dan gendang keling diwarisi dari zaman praislam.Gendang keling dan Mek Mulung di Kedah dan Perlis menggunakan alat muzik seperti Gong, rebab, gendang dan serunai. Di samping berbagai – bagai jenis muzik yang dinyatakan ,muzik wayang kulit, kuda kepang dan ghazal juga merupakan muzik melayu tradisional dari zaman silam. Muzik wayang kulit mengandungi alat muzik seperti gamelan dan mempunyai hubungan dengan tradisi dan kepercayaan masyarakat pribumi. Ghazal pula berasal dari pengaruh Arab Parsi , yang dibawa melalui India sebelum berkembang di alam melayu. Muzik melayu asli ialah muzik yang menyertai tarian ronggeng atau joget yang mempunyai hubungan dengan dongdang sayang yang berkembang di Melaka dan canggung di Perlis. Dalam Tarian kuda kepang pula terdapat alat – alat muzik paluan yang dibunyikan mengikut rentak kuda berlari. Tarian kuda kepang ini berkembang di Johor di kalangan masyarakat melayu keturunan Jawa.

SENI GERAK
 
Seni gerak mengandungi segala gerakan tubuh badan yang mempunyai unsur – unsur keindahan . Seni ini dapat dilihat pada gerakan tangan , kaki , badan , mata dan anggota badan yang lain. seni gerak orang melayu dapat dibahagikan kepada dua jenis iaitu seni tari dan seni drama.
  SENI TARI
Seorang ahli sejarah tarian dan muzik Jerman bernama C. Sachs telah memberikan definisi seni tari sebagai gerakan yang berirama. Seni tari adalah pengucapan jiwa manusia melalui gerak – geri berirama yang indah. Dalam kebudayaan melayu terdapat berbagai – bagai jenis tarian , sama ada tarian asli ataupun tarian yang telah dipengaruhi oleh unsur – unsur moden. Menurut Jaafar Mampak, tarian melayu asli terbahagi kepada dua jenis. Pertama , tarian yang bercorak lemah lembut seperti tarian mak inang dan siti payung. Kedua , tarian rancak yang merupakan hasil daripada pengaruh tarian Portugis seperti tarian Ronggeng , Serampang Laut dan Singapura Dua. Seni tari boleh dikategorikan dalam berbagai – bagai jenis. Antara pembahagian yang boleh dibuat terhadap seni tari melayu adalah seperti berikut :
1.      Tarian – tarian yang bercorak seni tari istana yang dipersembahkan pada waktu perkahwinan , pertabalan , istiadat menyembah dan sebagainya. Tarian – tarian ini termasuklah tarian siti payung , mak inang , asyik , gamelan dan sebagainya.
2.      Tarian – tarian yang memperlihatkan wujudnya pengaruh Arab dan Parsi seperti tarian rodat , hadrah dan sebagainya.
3.      Tarian rakyat seperti dondang sayang , ronggeng , joget dan sebagainya.
4.      Tarian yang khusus ditarikan oleh kaum lelaki sahaja seperti tarian kuda kepang , tarian labi – labi , tarian berdayung dan sebagainya.
  TARIAN ASLI
Tarian ini dicipta berdasarkan lagu – lagu melayu asli dengan mengikuti irama lagu – lagu melayu asli yang tertentu. Seni tari jenis ini ialah tarian yang dicipta daripada lagu Makan Sirih , Gunung Banang , Sapu Tangan , Asli Selendang , Bentan , Telani , Asli Abadi dan sebagainya.
TARIAN ASYIK
Tarian ini adalah sejenis tarian klasik dari daerah – daerah di Kelantan yang ditarikan di istana raja – raja Kelantan dan Patani. Asyik bererti kekasih , oleh itu tarian ini bersesuaian dengan gerak – geri bersifat lemah lembut dan penuh dengan ketertiban. Tarian ini dimulai dengan sepuluh orang penari masuk ke dewan tarian terlebih dahulu , lalu duduk bersimpuh dengan tertibnya. Kemudian tampillah Puteri Asyik dan mereka pun mula menari.Tarian asyik ini ditarikan dalam upacara perkahwinan dan pada malam berinai. Tiga alat muzik penting yang digunakan ialah rebab , gambang dan gedombak.
  TARIAN AYAM DIDIK
Tarian ini dikatakan berasal daripada gerakan berlaga ayam, iaitu sejenis sukan yang diminati oleh orang Melayu pada masa lampau. Tarian ini dicipta oleh ahli tarian dinegeri Perlis. Tarian ini diringi dengan nyanyian lagu ayam didik.

 TARIAN BALAI
Tarian ini berasal dari daerah-daerah dinegeri Terengganu. Tarian ini ditarikan oleh gadis-gadis kampung dalam bentuk simbolik seperti melakukan pekerjaan sawah. Penari-penari akan menari mengelilingi balai, iaitu sejenis payung panjang berwarna-warni yang diletakan dibawah gelanggang.
  CANGGUNG
Kata tanggung berasal dari bahasa Thai yang bererti menari. Tarian Canggung berasal dari negeri Perlis dan menjadi popular di negeri Kedah, Perlis dan Pulau Pinang. Tarian ini dicipta oleh seorang ahli tarian dari Kangar selepas perang dunia kedua
 
TARIAN SITI WAU BULAN
Tarian ini berasal dari negeri Kelantan, ditarikan pada musim menuai sempena dengan temasya dan permainan wau.
  TARIAN CINTA SAYANG
Tarian ini berasal dari yang menggambarkan keluarga nelayan. Tarian ini menunjukan bagaimana keluarga nelayan mengucapkan selamat jalan kepada para nelayan sebelum turun ke laut.
  TARIAN DABUS
Tarian ini berasal dari negeri Perak dan mengandungi unsur keagamaan yang berkait dengan kepahlwanan Sayidina Ali.
  TARIAN GAMBUS
Tarian ini berasal dari daerah Kuala Kangsar Perak. Tarian ini dikatakan telah dikenali didaerah ini sejak 50 tahun yang lalu, dipercayai berasal dari negeri Arab.
  TARIAN INAI
Tarian ini adalah tarian istana yang ditarikan semasa majlis berkhatan anak pembesar-pembesar istana. Ianya dipersembahkan kepada kanak-kanak ini semasa mereka hendak dikhatankan dan duduk diatas pelamin.
  TARIAN JOGET
Tarian ini diperngaruhi oleh kebudayaan Portugis dan dijadikan sebagai tarian sosial serta diterima oleg berbagai-bagai kaum di Malaysia.
  TARIAN KUDA KEPANG
Tarian ini ialah tarian warisan budaya Jawa yang terpengaruh dengan islam. Ciri kejawaan itu jelas pada pakaian penari-penari dan unsur islam jelas semasa cerita itu ditarikan iaitu mengisahkan pepernagan Rasullollha dan para sahabat.
  TARIAN MAK INANG
Pada zaman kesultanan Melayui Melaka, tarian mak inang sangat popular ditarikan pada hari-hari kerja kahwin tetapi kini ditarikan majlis-majlis sosial.
TARIAN ZAPIN
Tarian ini dikatakan berasal dari negeri Parsi . Ianya diringi dengan alat-alat muzik seperti dabus dan marwas. Pakaian yang digunakan ialah baju melayu.

PERMAINAN RAKYAT 
Dalam tradisi lisan, permainan ini yang dikenali juga sebagai pemainan masa lapang atau sukan rakyat termasuk dalam kategori "folk games". Permainan ini bukan sahaja berfungsi sebagai alat hiburan tetapi juga berperanan dalam aktiviti sosial untuk menyerikan majlis-majlis keramaian, perkahwinan dan sebagainya.
Permainan masa lapang dan sukan rakyat yang lahir di dalam kebudayaan Melayu, malah dalam kebudayaan semua dikatakan sebagai satu cara untuk pelepasan emosi manusia itu sendiri.
Di samping berfungsi diatas permainan tradisional dalam masyarakat Melayu memainkan beberapa peranan yang lain seperti bertindak sebagai alat komunikasi di kalangan anggota masyarakat.
Permainan masa lapang bagi orang Melayu boleh dibahagikan kepada permainan untuk orang dewasa dan permainan untuk kanak-kanak.
Permainan untuk orang dewasa termasuklah permainan wau, sepak raga, gasing, menyabung ayam, laga buah keras, congkak, berlaga kerbau dan lain-lain.
Permainan untuk kanak-kanak pula termasuklah main telaga buruk, guli-guli, main galah, main kapal terbang, cina buta, ketup atau sembunyi dan lain-lain.
PERMAINAN GASING
Gasing ialah permainan rakyat yang popular dikalangan orang Melayu. Di negeri-negeri Pantai Barat gasing diperbuat daripada kayu, sementara di negeri-negeri Pantai Timur khususnya dinegeri Kelantan gasing diperbuat daripada timah.
Permainan gasing dapat dibahagikan kepada tiga jenis iaitu :
1.      Permainan untuk bersuka ria
2.      Pertandingan gasing
3.      Permainan untuk pertunjukkan.
 
PERMAINAN LAYANG-LAYANG ATAU WAU
Permainan layang-layang atau wau mempunyai hubungan dengan kepercayaan kepada semangat padi. Permainan wau dipercayai telah dilakukan sebagai satu cara untuk memohon maaf kepada semangat padi yang telag menjelma menjadi seorang anak gadis.
Permainan wau diadakan sebagai hiburan untuk pelabagi peringkat umur. Permainan wau juga diadakan untuk pertandingan. Pertandingan yang melihat bentuk kecantikannya diukur dari segi keindahannya kepada bentuk, corak ciptaan, warna, keaslian ciptaan dan ukranya.
 
PERMAINAN CONGKAK
Permainan congkak ialah sejenis permianan Melayu tradisional yang digemari oleh kaum wanita dan kanak-kanak. Permainan ini dipercayai mula berkembang di istana iaitu dikalangan wanita-wanita istana dan para pembesar. Mereka memainkan permainan ini untuk menghiburkan hati pada waktu lapang dan juga bagi mengisi masa yang banyak terluang.
Permainan congkak menggunakan dua bahan, iaitu papan congkak dan buah congkak. Kadang-kadang sebagai ganti papan congkak, lubang-lubangnya dibuat diatas tanah. Sementara biji-biji congkak pula ialah guli-guli kaca, buah getah, biji saga, batu-batu kecil dan sebagainya. Setiap papan congka hanya boleh dimainkan oleh dua orang sahaja.
MENYABUNG AYAM
Salah satu permianan bercorak pertandingan yang digemari oleh masyarakat Melayu tradisional ialah permainan menyabung binatang-binatang ternakan seperti lembu, kerbau dan ayam. Permaina sabung ayam misalnya diadakan sempenan sesuatu upacara tertentu yang disambut oelh masyarakat Melayu tradisional seperti ketika menyambut kelihiran bayi, perkahwinan dan pentabakan raja.
Permainan manyabung ayam melibatkan pertaruhan wang atau sejenis perjudian. Tetapi pemilik ayam boleh mendapat bayaran tanpa turut serta dalam pertaruhan menyabung dengan cara menyewakan ayamnay jika ayamnya itu telah terkenal sering beroleh kemenangan.
SEPAK RAGA
Sepaka raga ialah sejenis permianan yang menggunakan bola yang diperbuat daripada rotan yang dinanyam dua hingga tiga lapis. Sepak raga dimainkan oleh beberpapa orang pemain yang berdiri membentuk bulatan. Permainan ini dimulaid engan salah sorang pemian melambugkan bola kepada salah seorang pemian yang lain. Pemain lain kan menimbang bola terbut sebelum diambil oleh orang lain.

Pengertian Tari

A. PENGANTAR TARI

Seperti halnya dengan ilmu-ilmu yang lain kecuali ilmu ekstra,sangatlah sulit untuk memberikan difinisi atau pengertian tentang tari. Memamg banyak para ahli tari yang telah membuat difinisi atau pengertian tentang tari,tetapi difinisi atau batasan itu masih masih kelihatan sekali unsure subyetifitasnya dari sipembuat difinisi atau pengertian dan sudut pandang disiplin ilmunya. Seorang ahli psikologi, tentu akan membuat difinisi tari sesuai dengan dasar-dasar ilmu psikologi, seorang ahli antropologi akan membuat batasan tari sesuai dengan disiplin ilmu antropologi,demikian juga denganahli sejarah tentu akan membuat difinisi tari sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya yaitu sejarah.
Difinisi itu semuanya benar,sebab semuanya itu dapat dipertanggungjawabkan oleh si pembuat difinisi dengan menempatkan tari pada proporsi ilmu yang dikuasainya.
Kalau kita melihat perkembangan tari pada masa lampau sampai sekarang,menyangkut segi-segi kehidupan manusia yang sangat komplek.Tari mempunyai sangkut paut dengan magis,agama,kesusasteraan,musik,drama,seni gerak,seni rupa dan lain-lain.Dengan demikian apabila sebuah difinisi tari tidak dapat mencakup segala segi-segi yang terdapat pada tari,pastilah difinisi itu tidak mencakup pula.untuk dapat mencakup atau sesuai dengan proporsi yang dimaksudkan,tari ditempatkan pada proporsi yang dimaksudkan,tari ditempatkan pada prporsi sebagai cabang dari kebudayaan.Sedang unsur yang paling pokok atau media yang pokok adalah gerak.
B. DEFINISI ATAU PENGERTIAN TARI
1.    Tari menurut Soedarsono
Tari adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak-gerak yang indah dan ritmis.
2.    Tari menurut Susan K.Lenger
Tari adalah gerak-gerak yang dibentuk secara ekspresif yang diciptakan manusia untuk dapat dinikmati.
3.    Tari menurut Curt Sacha
Tari adalah gerak yang ritmis
4.    Tari menurut Kamala Devi Chattopadhyaya
Tari adalah suatu instinct atu desakan emosi didalam diri kita yang mendorong kita untuk mencari ekspresi pada tari.
C. JENIS-JENIS TARI DI INDONESIA
Kalau kita melihat tari yang ada di Indonesia,khususnya Jawa,kita dapat melihat perbedaan jenis-jenis tari yang ada.Adapun jenis-jenis tari itu adalah :
1.    Jenis tari menurut koreografi
2.    Jenis tari menurut fungsi
3.    Jenis tari menurut isi atau temanya
1. Jenis tari menurut koreografi
Istilah koreografi adalah suatu istilah yang digunakan untuk penyusun tari.
Sedang untuk menyebut orang yang menyusun tari adalah koreografer.
Tari menurut koreografi dapat dibedakan menjadi :
a.    Tari Rakyat
b.    Tari Klasik
c.    Tari Kreasi Baru dan Modern
a. Tari Rakyat
Tari rakyat adalah tari yang hidup dan berkembang pada masyarakat tertentu sejak jaman primitif sampai sekarang.Ciri-ciri tari rakyat adalah :
·         Sederhana ( pakaian,rias,gerak dan ringan )
·         Tidak mengindahkan norma-norma keindahan
·         Memiliki kekuatan magis
Contoh tari rakyat :
§  Lengger
§  Tayub
§  Orek-Orek
§  Joget
§  Kubrasiwa
§  Buncis
§  Ndulalak
§  Sintren
§  Angguk
§  Rodat


b. Tari Klasik
Tari klasik adalah tari yang mengalami kristalisasi keindahan yang tinggi dan sudah ada sejak jaman feudal.Tari ini biasanya hidup dilikgkungan keraton.
Ciri-ciri tari klasik adalah :
Mengalami kristalisasi keindahan yang tinggi
·         Hidup dikalangan raja-raja
·         Adanya standarisasi
Contoh tari klasik adalah bedaya,srimpi,lawung ageng,lawung alit dan juga karya-karya empu tari baik empu tari gaya Yogyakarta dan empu tari gaya Surakarta seperti S.Mariadi dan S.Ngaliman  yang sampai sekarang masih bisa dinikmati seperti :
Gathotkaca Gandrung
·         Bondabaya
·         Bandayuda
·         Palguna-palgunadi
·         Retna Tinanding
·         Srikandi Bisma
·         dll
c. Tari Kreasi Baru dan Tari Modern
Tari kreasi baru adalah tari-tariklasik yamg dikembangkan sesuai dengan  perkembangan jaman dan diberi nafas Indonesia baru. Contoh tari kreasi  baru adalah karya-karya dari Bagong Kusudiarjo dari padepokan Bagong Kusudiarjo dan Untung dari sanggar kembang sore dari Yogyakarta.
 Contohnya adalah :
Tari Kupu-Kupu
·         Tari Merak
·         Tari Roro Ngigel
·         Tari Ongkek Manis
·         Tari Manipuri
·         Tari Roro Wilis,dll
Tari modern adalah sebuah tari yang mengungkapkan emosi manusia secara bebas atau setiap penari bebas dalam mewujudkan ekspresi emosionalnya yang tidak terikat oleh sebuah bentuk yang berstandar. Contoh tari modern adalah :
·         Caca
·         Break Dance
·         Penari Latar
·         Samba
2.  Jenis Tari Menurut Fungsinya
Jika dilihat dari fungsinya tari-tarian di Indonesia dapat dibedakan menjadi :
a.    Tari Upacara
b.    Tari Hiburan
c.     Tari Pertunjukan
a. Tari Upacara
Tari upacara banyak hidup dan berkembang pada masyarakat primitf.Yang termasuk tari-tarian upacara adalah sebuah tari yang mempunyai kekuatan magis yang digunakan untuk mempengaruhi alam.Tarian ini banyak terdapat dipedalaman Irian Jaya,Sulaweswi,Kalimantan,Nusa Tenggara dan Bali.Contohnya adalah tari rejang,tari pendhet,debus dan lain-lain.
b. Tari Hiburan
Tari hiburan adalah sebuah tari yang menitik beratkan pada hiburan bukan pada segi keindahan.tarian hiburan pada umumnya merupakan tarian pergaulan.Contohnya adalah :
·         Joged dari Bali
·         Ronggeng atau Tarub Dari Blora
·         Kethuk Tilu dari Jawa Barat
·         Orek-Orek dari Surakarta
·         Lengger dari Banyumas
b. Tari pertunjukan
Tari pertunjukan adalah sebuah tari yang menitikberatkan pada segi keindahannya bukan pada segi hiburannya.Yang termasuk dalam tari pertunjukan adalah tari-tari rakyat,tari upacara,tari hiburan yang sudah digarap menjadi sebuah tari pertunjukan tentu saja dengan mengindahkan kaidah-kaidah keindahannya.Contohnya adalah :
·         Tari Pendhet
·         Tari Rejang
·         Tari Lenggeran
·         Tari Gambyomg
·         Tari Orek-Orek
3. Jenis Tari Menurut Tema Atau Isinya
Tari-tari yang berada  di Indonesia apabila dilihat dari isi atau temanya dapat dibedakan menjadi :
1.      Tari Pantomim
2.      Tari Erotik
3.      Tari Kepahlawanan
4.      Dramatari
a. Tari Pantomim
Tari pantomim adalah sebuah tari yang menirukan obyek diluar diri manusia. Contohnya :
·         Tari Tenun
·         Tari Bathik
·         Tari Nelayan
·         Tari Tani
·         Tari Kupu-Kupu,Dll.
b. Tari Erotik
Tari erotik adalah sebuah tari yang mengandung unsur cerita erotik atau percintaan. Contohnya :
·         Tari Gatotkaca Gandrung
·         Tari Karonsih
·         Tari Serampang Dua Belas
·         Tari Enggar-Enggar
·         Tari Jalung Mas, Dll
c. Tari Kepahlawanan
Tari kepahlawanan adalah tari yang mengandung usur-unsur heroik atau nilai kepahlawanan. Contahnya adalah :
·         Tari Kuda Kepang
·         Tari Seudati
·         Tari Mandau
·         Tari Soreng
·         Taroi Anoman Rahwana,Dll.
c. Dramatari
Dramatari adalah sebuah tari yang dalam penyajiannya menggunakan plot atau alur cerita,tema,dan dilakukan dengan cara kelompok.Contohnya :
·         Dramatari Rara Mendhut Pranacitra
·         Drama Tari Ranggalawe Gugur
·         Dramatari Gajah Mada
·         Dramatari Arjuna Wiwaha
·         Dramatari Sang Pambayun, dll.Drama adalah suatu aksi atau perbuatan (bahasa yunani). Sedangkan dramatik adalah jenis karangan yang dipertunjukkan dalan suatu tingkah laku, mimik dan perbuatan. Sandiwara adalah sebutan lain dari drama di mana sandi adalah rahasia dan wara adalah pelajaran. Orang yang memainkan drama disebut aktor atau lakon.
Drama menurut masanya dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu drama baru dan drama lama.
1. Drama Baru / Drama Modern
Drama baru adalah drama yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan kepada mesyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia sehari-hari.
2. Drama Lama / Drama Klasik
Drama lama adalah drama khayalan yang umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istanan atau kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian luar biasa, dan lain sebagainya.
Macam-Macam Drama Berdasarkan Isi Kandungan Cerita :
1. Drama Komedi
Drama komedi adalah drama yang lucu dan menggelitik penuh keceriaan.
2. Drama Tragedi
Drama tragedi adalah drama yang ceritanya sedih penuh kemalangan.
3. Drama Tragedi Komedi
Drama tragedi-komedi adalah drama yang ada sedih dan ada lucunya.
4. Opera
Opera adalah drama yang mengandung musik dan nyanyian.
5. Lelucon / Dagelan
Lelucon adalah drama yang lakonnya selalu bertingkah pola jenaka merangsang gelak tawa penonton.
6. Operet / Operette
Operet adalah opera yang ceritanya lebih pendek.
7. Pantomim
Pantomim adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan.
8. Tablau
Tablau adalah drama yang mirip pantomim yang dibarengi oleh gerak-gerik anggota tubuh dan mimik wajah pelakunya.
9. Passie
Passie adalah drama yang mengandung unsur agama / relijius.
10. Wayang
Wayang adalah drama yang pemain dramanya adalah boneka wayang. Dan lain sebagainya.

Pengertian Dramatari

Dramaturgi sudah lama dikenal dalam dunia seni pertunjukan yang bila disederhanakan menjadi kata lain dari pemeranan. Yaitu peran atau karakter manusia-manusia yang lain—yang dimainkan oleh aktor di atas panggung—sehingga penonton dapat memperoleh gambaran kehidupan tokoh dan mampu mengikuti alur cerita dari drama yang dimainkan. Dramaturgi mulai dikembangkan pada abad ke-18 oleh Gotthold Ephraim Lessing di Jerman. Lessing bekerja di bidang seni pertunjukan dengan mengembangkan seni pertunjukan ilmiah (science theatre). Lessing mengembangkan gagasannya dari ide Aristoteles, filsuf Yunani, mengenai unsur-unsur klasik yang membentuk drama, yaitu adanya pengaturan waktu, ruang, dan aksi di dalam panggung yang membentuk struktur.
Lessing mengembangkan pengertian dramaturgi klasik tersebut dengan membagi peran seorang dramaturg, yaitu orang yang menguasai dramaturgi, menjadi dua hal, yaitu as a literary management dan as a production. Tugas dramaturg as a literary management adalah memilih naskah yang akan dimainkan dalam suatu repertoar yang kala itu disebut sebagai musim. Dramaturg bisa mendukung penulis naskah dengan menyediakan data riset dan harus bisa memastikan bahwa naskah tersebut akan sukses.
As a production, dramaturg menjadi teman diskusi seorang sutradara pada saat penciptaan sampai sebelum karya itu dipentaskan. Dalam hal ini, hubungan dramaturg dan sutradara adalah satu kesatuan yang diharapkan menjamin keberhasilan pementasan. Bisa juga dramaturg mengecek dan memeriksa produksi.
Dramaturgi berkaitan dengan aksi dan fungsi. Kaitannya dengan aksi dan fungsi tersebut, masing-masing dramaturgi mempunyai pendekatan sendiri terhadap dramaturgi. Di tengah proses, dramaturg bisa memberi masukan-masukan dalam suatu pertunjukan, strategi apa yang diambil, dan apa yang perlu dihindari. Bisa juga dramaturg datang lagi di akhir pementasan, dan kadang menjelang pementasan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar